Bubur Sumsum

Assalamualaykum


 Pernah makan bubur sumsum ? Pernah dong ya. Enak kan. Bubur ini sering ngangeni deh. Udah lama juga nggak bikin bubur yang satu ini.
Bubur yang gurih dengan kuah juruh/kinca gula merah. Ketika masih di Solo tiap hari ada yang keliling jual bubur ini dengan digendong pake tenggok (keranjang dari anyaman bambu). Orang Solo nyebut bubur dengan sebutan jenang. Bubur yang dijual ada bubur/jenang sumsum, jenang grendul/candil, jenang mutiara dan ketan hitam. Ditaruh dalam takir kecil-kecil seharga Rp. 1500 per takir. Enak deh. Dengan harga segitu sudah bisa makan 4 macam bubur/jenang.

Biasanya saya bikin bubur dengan warna putih, kali ini saya bikin pake pasta pandan. Kemudian dicetak dalam cetakan kemudian didinginkan. Bahan yang dipake biasanya hanya menggunakan tepung beras kali ini saya tambahi tepung tapioka supaya lebih padat. Selain itu saya beri susu bubuk supaya lebih gurih. Agak nyleneh ya, hehe....Rasanya Alhamdulillah enak...

Ketika motret tadi sengaja saya menggunakan seting yang berbeda. Foto paling atas saya pake setingan 'Program' (manual) sedang foto ditengah dan bawah, menggunakan 'Live". Seting manual saya jepret berulang dengan mengubah ubah ISO, White Balance, apperture dan lain-lain. Setelah itu saya ganti dengan setingan Live, ternyata memang hasilnya jauh berbeda. Dengan seting manual, saya kok merasa hasilnya kurang maksimal meskipun diubah setingan iso dan tetek bengek lainnya. Foto di atas juga saya set makro tapi hasilnya tetap keliatan kecil dan nampak jauh, kabur lagi. Sedang foto di bawah menggunakan Live dan makro, hasilnya lebih besar dan tajam. Sebenarnya saya sudah tau akan hal ini tapi kali ini saya hanya ingin memastikan seberapa besar saya sudah memahami kamera saya. Selama ini saya hanya mengandalkan setingan Live di kamera saya dan menurut saya hasilnya paling bagus. Artinya gambar yang dihasilkan bisa lebih tajam jika dibandingkan setingan yang lain. Dengan begitu jika saya motret lagi saya hanya ingin memotret dengan seting yang menurut saya paling bagus yang ada di kamera saya.


Bahan :
100 gr tepung beras
50 gr tepung tapioka
2 sdm susu bubuk
1 sdt garam halus
1000 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt pasta pandan

Bahan kinca/kuah :
200 gr gula merah
1 sdm gula pasir
300 ml air
1 lbr daun pandan
sejumput garam

Cara membuat :
1. Siapkan cetakan dan olesi minyak goreng, sisihkan.
2. Dalam sebuah panci campur jadi satu tepung beras, tapioka, susu bubuk dan garam. Tuangi santan sambil diaduk sampai rata dan licin. Masukkan juga pasta pandan, aduk rata. Nyalakan api lalu rebus sambil diaduk-aduk sampai kental dan meletup-letup. Matikan api.
3. Segera masukkan dalam cetakan selagi panas. Lakukan cepat supaya tidak keburu membeku. Hentakkan cetakan perlahan supaya bubur agak padat. Biarkan mengeras.
4. Kinca/kuah : campur semua bahan dan rebus sampai mendidih. Buang daun pandannya kemudian saring dan dinginkan. Sajikan bubur sumsum dan kuah kinca.


0 Response to "Bubur Sumsum"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel