Bika Ambon
Assalamualaykum
Kue ini salah satu kue yang sulit saya taklukkan. Berulang kali bikin selalu tidak sempurna hasilnya.
Bersarang hanya setengah bagian saja. Kalo nggak di bawah ya di atas. Berulangkali ganti resep hasilnya selalu tidak memuaskan. Sampai parno saya bikinnya. Jika diingat mungkin 10-12 tahun yang lalu saya bikin untuk pertama kalinya. Sampai suatu saat saya beli tabloid yang mengulas habis tentang bika ambon ini. Saya coba bikin gagal lagi. Sarang hanya terbentuk setengah bagian saja. Jika dihitung ada 5-6 kali saya coba tapi selalu gagal. Dan hari ini saya bertekat untuk membuat lagi sambil saya modifikasi resepnya. Saking parnonya, adonan saya sunat sedemikian rupa hingga hanya menggunakan 2 butir telur utuh ! Kagak mau rugi judulnya. Seandainya gagal, masa bodo ah. Mungkin saya akan rehat lagi untuk menaklukkan bika ambon ini. Tapi saya tidak akan menyerah.
Proses pembuatannya sama dengan bika ambon lain yang menggunakan biang. Tapi tanpa air kelapa dan hanya menggunakan air hangat. Cara memanggangnya, naaaa ini yang beda. Biasanya dipanggang menggunakan oven. Kalo saya tidak. Cukup menggunakan nampan/loyang bekas yang diisi pasir dan dipanaskan langsung di atas api. Loyang berisi adonan diletakkan di atasnya dan dipanggang sampai matang. Lebih praktis gitu. Pasir yang digunakan bisa menggunakan pasir bangunan (cuci bersih kemudian dikeringkan) atau pasir untuk akuarium. Saya tadi menggunakan pasir akuarium yang mudah didapat dan sudah bersih pula. Lama pemanggangan juga standar. Karena adonannya sedikit, saya menggunakan loyang loaf dan waktu panggangnya hanya 30-40 menit. Setelah kue matang biarkan sebentar di dalam loyang selama +/- 15 menit. Ketika masih panas kue sangat lembut sehingga mudah robek/koyak jika dibalik. Jadi diamkan dulu di dalam loyang supaya lebih kokoh. Setelah dikeluarkan dari loyang biarkan dingin sempurna, barulah dipotong.
Bagaimana dengan hasilnya ? Untuk serat, Alhamdulillah bisa muncul rata dari atas ke bawah. Senang deh. Tapi untuk keseluruhan, tekstur bika ambon ini belum memuaskan. Ketika dipotong agak lengket ke pisau. Entah apa sebabnya. Apakah manggangnya kurang lama sehingga belum kering benar, ataukah ada bahan yang perlu ditambah, dikurangi atau diganti ? Atau memang seperti itu ? Saya belum pernah beli bika ambon utuh dan memotongnya sendiri. Ah entahlah. Yang penting saya ingin menikmati dulu bika ambon saya ini. Lain kali saya mau bikin lagi mungkin dengan modifikasi juga.
Bika Ambon
Sumber : Tabloid KOKI
Modifikasi : Rina Audie
Bahan :
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa tua
4 lbr daun jeruk purut, buang tulang daunnya
1/4 sdt garam halus
1 sdm air kunyit (dari 1 ruas kunyit diparut, diberi 1sdm air dan diperas airnya)
125 gr tepung sagu tani (saya pake merk Pak Tani )
2 butir telur ayam
125 gr gula pasir
Bahan biang :
40 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdm ragi instant
1 sdm gula pasir
150 ml air hangat
Cara membuat :
1. Rebus santan, daun jeruk, garam dan air kunyit sampai mendidih sambil diaduk aduk supaya tidak pecah. Dinginkan. Ukur sebanyak 175 ml.
2. Biang : Campur terigu, ragi instant, gula pasir dan air hangat, aduk rata dan diamkan selama 30 menit sampai mengembang.
3. Dalam sebuah wadah besar campur tepung sagu dan telur, aduk menggunakan whisker sampai rata. Tuangkan santan ke dalamnya, aduk rata.
4. Masukkan gula pasir dan biang aduk sampai merata. Adonana akhir yang terbentuk cair/encer ya. Fermentasikan selama 2 jam.
5. Setengah jam sebelum fermentasi berakhir panaskan nampan/loyang bekas, isi dengan pasir bersih setinggi +/- 1 cm. Nyalakan api sedang (ujung dari lidah api cukup menyentuh dasar nampan saja). Siapkan juga loyang ukuran 20x10x7 cm olesi dengan minyak goreng dan letakkan di atas pasir tadi. Biarkan loyang menjadi panas.
6. Ambil adonan, tuang kedalam loyang panas. Akan terdengar bunyi mendesis ceesss.....begitu adonan dituang. Panggang menggunakan panas sedang. Biarkan adonan berlubang-lubang selama +/- 30 menit.
7. Setelah permukaan kue agak mengering, tutup loyang menggunakan tutup panci dan lanjutkan memanggang +/- 10 menit sampai permukaannya kering. Angkat dari api dan biarkan hangat. Keluarkan dari loyang, dinginkan dan potong potong.
Kue ini salah satu kue yang sulit saya taklukkan. Berulang kali bikin selalu tidak sempurna hasilnya.
Bersarang hanya setengah bagian saja. Kalo nggak di bawah ya di atas. Berulangkali ganti resep hasilnya selalu tidak memuaskan. Sampai parno saya bikinnya. Jika diingat mungkin 10-12 tahun yang lalu saya bikin untuk pertama kalinya. Sampai suatu saat saya beli tabloid yang mengulas habis tentang bika ambon ini. Saya coba bikin gagal lagi. Sarang hanya terbentuk setengah bagian saja. Jika dihitung ada 5-6 kali saya coba tapi selalu gagal. Dan hari ini saya bertekat untuk membuat lagi sambil saya modifikasi resepnya. Saking parnonya, adonan saya sunat sedemikian rupa hingga hanya menggunakan 2 butir telur utuh ! Kagak mau rugi judulnya. Seandainya gagal, masa bodo ah. Mungkin saya akan rehat lagi untuk menaklukkan bika ambon ini. Tapi saya tidak akan menyerah.
Proses pembuatannya sama dengan bika ambon lain yang menggunakan biang. Tapi tanpa air kelapa dan hanya menggunakan air hangat. Cara memanggangnya, naaaa ini yang beda. Biasanya dipanggang menggunakan oven. Kalo saya tidak. Cukup menggunakan nampan/loyang bekas yang diisi pasir dan dipanaskan langsung di atas api. Loyang berisi adonan diletakkan di atasnya dan dipanggang sampai matang. Lebih praktis gitu. Pasir yang digunakan bisa menggunakan pasir bangunan (cuci bersih kemudian dikeringkan) atau pasir untuk akuarium. Saya tadi menggunakan pasir akuarium yang mudah didapat dan sudah bersih pula. Lama pemanggangan juga standar. Karena adonannya sedikit, saya menggunakan loyang loaf dan waktu panggangnya hanya 30-40 menit. Setelah kue matang biarkan sebentar di dalam loyang selama +/- 15 menit. Ketika masih panas kue sangat lembut sehingga mudah robek/koyak jika dibalik. Jadi diamkan dulu di dalam loyang supaya lebih kokoh. Setelah dikeluarkan dari loyang biarkan dingin sempurna, barulah dipotong.
Bagaimana dengan hasilnya ? Untuk serat, Alhamdulillah bisa muncul rata dari atas ke bawah. Senang deh. Tapi untuk keseluruhan, tekstur bika ambon ini belum memuaskan. Ketika dipotong agak lengket ke pisau. Entah apa sebabnya. Apakah manggangnya kurang lama sehingga belum kering benar, ataukah ada bahan yang perlu ditambah, dikurangi atau diganti ? Atau memang seperti itu ? Saya belum pernah beli bika ambon utuh dan memotongnya sendiri. Ah entahlah. Yang penting saya ingin menikmati dulu bika ambon saya ini. Lain kali saya mau bikin lagi mungkin dengan modifikasi juga.
Bika Ambon
Sumber : Tabloid KOKI
Modifikasi : Rina Audie
Bahan :
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa tua
4 lbr daun jeruk purut, buang tulang daunnya
1/4 sdt garam halus
1 sdm air kunyit (dari 1 ruas kunyit diparut, diberi 1sdm air dan diperas airnya)
125 gr tepung sagu tani (saya pake merk Pak Tani )
2 butir telur ayam
125 gr gula pasir
Bahan biang :
40 gr tepung terigu protein sedang
1/2 sdm ragi instant
1 sdm gula pasir
150 ml air hangat
Cara membuat :
1. Rebus santan, daun jeruk, garam dan air kunyit sampai mendidih sambil diaduk aduk supaya tidak pecah. Dinginkan. Ukur sebanyak 175 ml.
2. Biang : Campur terigu, ragi instant, gula pasir dan air hangat, aduk rata dan diamkan selama 30 menit sampai mengembang.
3. Dalam sebuah wadah besar campur tepung sagu dan telur, aduk menggunakan whisker sampai rata. Tuangkan santan ke dalamnya, aduk rata.
4. Masukkan gula pasir dan biang aduk sampai merata. Adonana akhir yang terbentuk cair/encer ya. Fermentasikan selama 2 jam.
5. Setengah jam sebelum fermentasi berakhir panaskan nampan/loyang bekas, isi dengan pasir bersih setinggi +/- 1 cm. Nyalakan api sedang (ujung dari lidah api cukup menyentuh dasar nampan saja). Siapkan juga loyang ukuran 20x10x7 cm olesi dengan minyak goreng dan letakkan di atas pasir tadi. Biarkan loyang menjadi panas.
6. Ambil adonan, tuang kedalam loyang panas. Akan terdengar bunyi mendesis ceesss.....begitu adonan dituang. Panggang menggunakan panas sedang. Biarkan adonan berlubang-lubang selama +/- 30 menit.
7. Setelah permukaan kue agak mengering, tutup loyang menggunakan tutup panci dan lanjutkan memanggang +/- 10 menit sampai permukaannya kering. Angkat dari api dan biarkan hangat. Keluarkan dari loyang, dinginkan dan potong potong.
Published with Blogger-droid v2.0.10

0 Response to "Bika Ambon"
Posting Komentar