Memotret Dengan Cahaya Minim
Assalamualaykum
Setelah saya posting Sambal Tahu tempo hari, banyak yang bertanya kepada saya baik via email atau inbox fb, gimana sih caranya bikin foto seperti itu.
Motret dengan cahaya minim alias Low Light Photography gitu. Senang rasanya jika banyak yang bertanya. Artinya pic saya layak dan dinilai bagus. Bener ya ? Jadi agak geer dikit nih, hihi... Tapi saya tetap sadar diri jika saya masih amatir dan masih banyak kekurangan disana-sini. Pendek kata harus banyak belajar lagi. Untuk urusan motret, saya tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Mb Mimie yang sudah menularkan ilmunya. Semoga bermanfaat dan jadi berkah ya.
Awal membuat foto sambal tahu itupun sebenarnya tidak sengaja. Waktu itu saya lagi nggak punya ide, mau dibuat seperti apa si Sambal Tahu tersebut. Ketika sedang nguleg sambalnya saya hanya mikir cobeknya harus ikut nampang. Setelah cobeknya nampang, properti lain yang kira-kira cocok apalagi ya ? Dan ide saya cuma berhenti sampai disitu. Macet.
Setelah saya di lantai atas, saya segera menyiapkan dus bekas bekas tivi yang buesar dan meja setrika. Meja setrika saya pake sebagai mejanya dan kardus tivi sebagai background. Itupun masih saya tambahi kardus lain supaya background bisa lebih lebar daripada mejnya. Kemudian saya ambil kain hitam untuk menyelubungi semuanya. Selanjutnya cobek berisi sambal tahu saya letakkan di atasnya. Tempat yang gunakan untuk motret adalah dibawah jemuran baju, hahahahaaaa..... Nggak nyangka kan. Alasannya karena atapnya dari genting fiber tembus pandang. Di situ cahaya sangat cukup tapi sudah difilter sehingga tidak terlalu keras bayangannya.
Setelah semuanya siap saya segera mengatur kameranya. Saya hanya menggunakan kamera saku Canon. Itupun belinya second lho bukan kamera baru karena waktu itu saya nggak yakin hobi baru ini bisa berlanjut atau tidak. Seandainya tidak berlanjut, ya sudah nggak rugi amat (pelit banget yak). Untuk kamera ini saya biasa mengatur dengan program Live kemudian saya pilih Dark. Dark yang paling gelap. Untuk ISO-nya sudah otomatis jadi saya nggak repot ngatur. setelah dijepret seperti ini hasilnya.
Setelah dijepret beberapa kali akhirnya saya sortir untuk diedit sehingga layak tampil. Saya terbiasa ngedit menggunakan editan online seperti picmonkey (makasih tuk mb Sasmeita Barliani yang sudah mengenalkan pada program editan ini) atau pake photoshop (tq mb Mimie). Tapi saya juga mendownload Photoscape dan Picasa di lappy untuk antisipasi jika internetnya lemot. Langkah pertama saya crop/potong untuk menghilangkan bagian yang tidak diinginkan. Background di foto tersebut saya gelapkan menggunakan photoshop. Selanjutnya dipertajam sedikit dan saturasi sedikit (saturation berfungsi untuk menambah/mengurangi warna kuning). Setelah urusan gambar kelar langkah terakhir memberi watermark. Bisa pake editan apa saja sesuai selera ya.
Gimana sudah jelas ? Kalo belum, sama dong, hahahaaa.... Saya juga masih amatir belum bisa menjelaskan secara rinci cara motret yang baik dan benar. Cara terbaik untuk menghasilkan sesuatu yang bagus adalah mencoba dan mencoba terus. Tidak jarang saya kecele dengan hasil foto yang saya hasilkan karena tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Tidak jarang juga saya kaget dengan hasil jepretannya yang hanya dengan tema sangat sederhana bisa menghasilkan foto dengan "sesuatu" sehingga ketika dilihat nampak bagus dan bernyawa. Ok deh sekian dulu ya cerita saya tentang photogaphy. Capek ngetik nih. Lagian masih ada kerjaan rumah yang masih nunggu. Udah dulu ya. Salam jepret.....
Setelah saya posting Sambal Tahu tempo hari, banyak yang bertanya kepada saya baik via email atau inbox fb, gimana sih caranya bikin foto seperti itu.
Motret dengan cahaya minim alias Low Light Photography gitu. Senang rasanya jika banyak yang bertanya. Artinya pic saya layak dan dinilai bagus. Bener ya ? Jadi agak geer dikit nih, hihi... Tapi saya tetap sadar diri jika saya masih amatir dan masih banyak kekurangan disana-sini. Pendek kata harus banyak belajar lagi. Untuk urusan motret, saya tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Mb Mimie yang sudah menularkan ilmunya. Semoga bermanfaat dan jadi berkah ya.
Awal membuat foto sambal tahu itupun sebenarnya tidak sengaja. Waktu itu saya lagi nggak punya ide, mau dibuat seperti apa si Sambal Tahu tersebut. Ketika sedang nguleg sambalnya saya hanya mikir cobeknya harus ikut nampang. Setelah cobeknya nampang, properti lain yang kira-kira cocok apalagi ya ? Dan ide saya cuma berhenti sampai disitu. Macet.
Setelah saya di lantai atas, saya segera menyiapkan dus bekas bekas tivi yang buesar dan meja setrika. Meja setrika saya pake sebagai mejanya dan kardus tivi sebagai background. Itupun masih saya tambahi kardus lain supaya background bisa lebih lebar daripada mejnya. Kemudian saya ambil kain hitam untuk menyelubungi semuanya. Selanjutnya cobek berisi sambal tahu saya letakkan di atasnya. Tempat yang gunakan untuk motret adalah dibawah jemuran baju, hahahahaaaa..... Nggak nyangka kan. Alasannya karena atapnya dari genting fiber tembus pandang. Di situ cahaya sangat cukup tapi sudah difilter sehingga tidak terlalu keras bayangannya.
Setelah semuanya siap saya segera mengatur kameranya. Saya hanya menggunakan kamera saku Canon. Itupun belinya second lho bukan kamera baru karena waktu itu saya nggak yakin hobi baru ini bisa berlanjut atau tidak. Seandainya tidak berlanjut, ya sudah nggak rugi amat (pelit banget yak). Untuk kamera ini saya biasa mengatur dengan program Live kemudian saya pilih Dark. Dark yang paling gelap. Untuk ISO-nya sudah otomatis jadi saya nggak repot ngatur. setelah dijepret seperti ini hasilnya.
![]() |
| ini foto masih asli belum diedit sama sekali. |
Setelah dijepret beberapa kali akhirnya saya sortir untuk diedit sehingga layak tampil. Saya terbiasa ngedit menggunakan editan online seperti picmonkey (makasih tuk mb Sasmeita Barliani yang sudah mengenalkan pada program editan ini) atau pake photoshop (tq mb Mimie). Tapi saya juga mendownload Photoscape dan Picasa di lappy untuk antisipasi jika internetnya lemot. Langkah pertama saya crop/potong untuk menghilangkan bagian yang tidak diinginkan. Background di foto tersebut saya gelapkan menggunakan photoshop. Selanjutnya dipertajam sedikit dan saturasi sedikit (saturation berfungsi untuk menambah/mengurangi warna kuning). Setelah urusan gambar kelar langkah terakhir memberi watermark. Bisa pake editan apa saja sesuai selera ya.
Gimana sudah jelas ? Kalo belum, sama dong, hahahaaa.... Saya juga masih amatir belum bisa menjelaskan secara rinci cara motret yang baik dan benar. Cara terbaik untuk menghasilkan sesuatu yang bagus adalah mencoba dan mencoba terus. Tidak jarang saya kecele dengan hasil foto yang saya hasilkan karena tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Tidak jarang juga saya kaget dengan hasil jepretannya yang hanya dengan tema sangat sederhana bisa menghasilkan foto dengan "sesuatu" sehingga ketika dilihat nampak bagus dan bernyawa. Ok deh sekian dulu ya cerita saya tentang photogaphy. Capek ngetik nih. Lagian masih ada kerjaan rumah yang masih nunggu. Udah dulu ya. Salam jepret.....


0 Response to "Memotret Dengan Cahaya Minim"
Posting Komentar