Jangan Ndeso
Assalamualaykum
Tau nggak apa arti judul di atas ? Semua orang Jawa pasti tau dong ya, hehe...Sayur Desa geto.
'Jangan' dalam bahasa Jawa artinya sayur. Sedang 'ndeso' ya desa. Kok disebut jangan ndeso kenapa ? Ini karena hampir di semua pedesaan, di Jawa Tengah khususnya, mengenal masakan ini. Ada juga yang nyebut sayur ini dengan 'Jangan Lombok', artinya sayur cabe. Pertama kali makan sayur ini di Wonogiri, tanah kelahiran alm bapak. Sayur inilah yang pertama kali saya pelajari setelah saya bisa bikin kue-kue. Dan yang mengajari adalah bapak. Waktu itu saya masih SMA. Setiap kali ke desa kami selalu dijamu dengan sayur ini. Lama-lama kok ya nancep di hati. Dan inilah satu-satunya sayur yang diajarkan alm bapak kepada saya.
Sayur ini identik dengan rasa pedas yang sangat tajam. Justru disitu letak kenikmatannya. Rasa pedas didapatkan dari penggunaan cabe hijau keriting dalam jumlah banyak. Terkadang jumlah cabenya sama dengan tempe yang ada didalamnya. Kebayang berapa banyak cabe keritingnya. Bisa belasan sampe puluhan kan. Bahan utamanya ya cuma tempe dan cabe ijo ini. Dulu hampir setiap minggu saya bikin jangan ndeso ini, karena ditagih oleh orang rumah. Dan selalu saya buat dengan pedas yang nendang. Kalo urusan pedas sih, saya tergolong jagoan. Dulu lhoooo.....sekarang nggak berani, karena lambung bisa protes, hehe......Mumpung musim hujan begini, cucok deh masak jangan ndeso. Dinikmati bersama nasi hangat dan kerupuk kampung, Masya Allah enaknyaaaaaa.....
Seperti saya sebutkan di atas, bahannya sederhana saja ya. Hanya tempe dan cabe ijo keriting. Bumbu juga hanya bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam. Kemudian dituangi santan. Berhubung saya harus mengurangi pedas, cabe ijo keriting saya ganti dengan cabe ijo besar yang sedikit mild. Jadi nggak pedes banget gitu. Ngiris cabe ijonya usahakan serong tipis supaya bisa lebih pedas. Irisan serong tipis membuat isi cabe banyak yang keluar sehingga bisa menghasilkan rasa lebih pedas daripada diiris bulat-bulat tebal. Jika suka bisa ditambah cincangan ebi, pasti lebih enak. Tapi resep di bawah nanti saya tulis yang orisinil aja alias nggak pake ebi. Divariasi dengan irisan tahu goreng juga bisa. Beli tahu goreng di pasar kemudian dipotong potong dan dimasukkan. Enak juga kok. Ditambah cabe merah juga boleh biar warna-warni sayurnya. Gimana, nggak kepingin bikin ? Hayuk bikin wong bahannya gampang gini lho.
Bahan :
1 papan tempe (350 gr), potong kecil dan agak tipis
10-15 bh cabe ijo keriting, iris serong tipis (saya pake 3 bh cabe ijo besar)
5 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
sepotong lengkuas
2 lbr daun salam
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
garam dan gula merah secukupnya
Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan cabe ijo, lengkuas dan daun salam, aduk rata.
2. Masukkan tempe iris, aduk rata.
3. Tuangi santan. Beri garam dan gula merah. Masak sampai mendidih. Cicip rasanya. Jika suka boleh pake kaldu bubuk atau penyedap rasa. Masak sebentar supaya bumbu meresap. Matikan api dan sajikan.
Tau nggak apa arti judul di atas ? Semua orang Jawa pasti tau dong ya, hehe...Sayur Desa geto.
'Jangan' dalam bahasa Jawa artinya sayur. Sedang 'ndeso' ya desa. Kok disebut jangan ndeso kenapa ? Ini karena hampir di semua pedesaan, di Jawa Tengah khususnya, mengenal masakan ini. Ada juga yang nyebut sayur ini dengan 'Jangan Lombok', artinya sayur cabe. Pertama kali makan sayur ini di Wonogiri, tanah kelahiran alm bapak. Sayur inilah yang pertama kali saya pelajari setelah saya bisa bikin kue-kue. Dan yang mengajari adalah bapak. Waktu itu saya masih SMA. Setiap kali ke desa kami selalu dijamu dengan sayur ini. Lama-lama kok ya nancep di hati. Dan inilah satu-satunya sayur yang diajarkan alm bapak kepada saya.
Sayur ini identik dengan rasa pedas yang sangat tajam. Justru disitu letak kenikmatannya. Rasa pedas didapatkan dari penggunaan cabe hijau keriting dalam jumlah banyak. Terkadang jumlah cabenya sama dengan tempe yang ada didalamnya. Kebayang berapa banyak cabe keritingnya. Bisa belasan sampe puluhan kan. Bahan utamanya ya cuma tempe dan cabe ijo ini. Dulu hampir setiap minggu saya bikin jangan ndeso ini, karena ditagih oleh orang rumah. Dan selalu saya buat dengan pedas yang nendang. Kalo urusan pedas sih, saya tergolong jagoan. Dulu lhoooo.....sekarang nggak berani, karena lambung bisa protes, hehe......Mumpung musim hujan begini, cucok deh masak jangan ndeso. Dinikmati bersama nasi hangat dan kerupuk kampung, Masya Allah enaknyaaaaaa.....
Seperti saya sebutkan di atas, bahannya sederhana saja ya. Hanya tempe dan cabe ijo keriting. Bumbu juga hanya bawang merah, bawang putih, lengkuas dan daun salam. Kemudian dituangi santan. Berhubung saya harus mengurangi pedas, cabe ijo keriting saya ganti dengan cabe ijo besar yang sedikit mild. Jadi nggak pedes banget gitu. Ngiris cabe ijonya usahakan serong tipis supaya bisa lebih pedas. Irisan serong tipis membuat isi cabe banyak yang keluar sehingga bisa menghasilkan rasa lebih pedas daripada diiris bulat-bulat tebal. Jika suka bisa ditambah cincangan ebi, pasti lebih enak. Tapi resep di bawah nanti saya tulis yang orisinil aja alias nggak pake ebi. Divariasi dengan irisan tahu goreng juga bisa. Beli tahu goreng di pasar kemudian dipotong potong dan dimasukkan. Enak juga kok. Ditambah cabe merah juga boleh biar warna-warni sayurnya. Gimana, nggak kepingin bikin ? Hayuk bikin wong bahannya gampang gini lho.
Bahan :
1 papan tempe (350 gr), potong kecil dan agak tipis
10-15 bh cabe ijo keriting, iris serong tipis (saya pake 3 bh cabe ijo besar)
5 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
sepotong lengkuas
2 lbr daun salam
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
garam dan gula merah secukupnya
Cara membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan cabe ijo, lengkuas dan daun salam, aduk rata.
2. Masukkan tempe iris, aduk rata.
3. Tuangi santan. Beri garam dan gula merah. Masak sampai mendidih. Cicip rasanya. Jika suka boleh pake kaldu bubuk atau penyedap rasa. Masak sebentar supaya bumbu meresap. Matikan api dan sajikan.


0 Response to "Jangan Ndeso"
Posting Komentar