Cucur Klasik
Assalamualaykum
Apa kabar ? Agak lama saya nggak ngeblog ya. Kena blogging blue nih. Ketularan mb Mimie kayaknya, hihi.....
Tiap hari masuk dapur tapi males motret sama ngeblog. Tapi biarpun lagi kena blue-bluean, saya tetap lihat daftar resep yang mau dieksekusi. Malah jadi puyeng saking banyaknya list yang tertunda karena kena virus males. Setelah menimbang resep yang sekiranya mudah dan nggak ribet saya pilih bikin kue cucur. Ini akibat buka koleksi tabloid yang numpuk. Kepincut sama seratnya itu loh. Dulu jaman SD pernah bikin kue cucur ini. Yang suka kue cucur almarhum ibu. Di Solo saya belum pernah makan kue cucur hasil dibeli, karena nggak ada yang jual. Jadi resepnya nyontek, entah dari majalah atau tabloid saya udah lupa. Trus gimana hasilnya ? Jujur aja saya lupa, hihi...Tau deh waktu itu berserat atau nggak, saya udah nggak ingat.
Ciri khas pada kue cucur ini adalah pada permukaan kue yang berserat dan pinggirnya yang keriting. Ketika dibelah/disobek akan nampak rongga-rongga kue. Pembentukan rongga ini nggak pake bahan pengembang sama sekali lho. Terbentuk secara alami gitu. Kunci supaya kue berserat adalah penuangan air gula hangat kuku (cenderung panas sedikit) ke dalam tepung kemudian diuleni. Setelah diuleni adonan ditepuk-tepuk menggunakan telapak tangan sampai ringan. Pegel dong ! Iya. Tapi saya pake mixer aja biar nggak capek. Selain itu adonan harus didiamkan semalam. Mungkin ini adalah proses fermentasi secara alami supaya serat bisa terbentuk banyak ketika digoreng. Ribet ya kayaknya ? Enggak tuh wong gampang kok. Bahannya juga sederhana. Pasti ada tuh bahannya di lemari dapur. Ayo buruan siapkan bahan dan bikin cucurnya....
Bahan :
375 ml air
100 gr gula merah, sisir tipis
50 gr gula pasir
2 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
25 gr tepung terigu (saya pake protein sedang)
1/4 sdt garam
Cara membuat :
1. Rebus air, gula merah, gula pasir dan daun pandan sampai mendidih dan gula larut. Saring dan biarkan hangat/suam kuku.
2. Dalam wadah besar campur tepung beras, terigu dan garam aduk rata. Tuangi �250 ml air gula hangat sambil diuleni menggunakan tangan. Adonan akan menggumpal, uleni terus selama 10 menit. Masukkan sisa air gula sambil diuleni lagi sampai rata (bentuk adonan sedikit encer). Tepuk-tepuk menggunakan telapak tangan selama 15 menit (saya pake mixer speed rendah selama 15 menit).
3. Tutup adonan kemudian diamkan selama semalam.
4. Panaskan wajan cekung kecil, isi dengan 5 sdm minyak goreng. Aduk-aduk adonan sampai kedasar wadah supaya tepung yang mengendap bisa tercampur rata. Setelah panas tuangkan adonan sebanyak 1 sendok sayur. Biarkan serat terbentuk di permukaan kue. Setelah serat terbentuk dan bagian tengah menggelembung, tusuk menggunakan lidi sambil disiram-siram minyak supaya matangnya rata. Goreng sampai matang. Angkat dan tiriskan. Lakukan terus sampai adonan habis.
Note :
1. Tuangi tepung dengan air gula hangat kuku (sedikit panas) sampai menggumpal kemudian diuleni. Setelah air gula dituang semua jangan lupa adonan ditepuk-tepuk/dimixer. Ini bertujuan memasukkan udara ke dalam adonan supaya bisa berserat banyak. Setelah itu diamkan semalam
2. Ketika menggoreng gunakan api agak kecil dan pastikan minyak sudah panas. Minyak yang digunakan tidak perlu banyak. Asal kue terendam sedikit sudah cukup.
3. Setelah dituang ke atas wajan, perhatikan, serat akan terbentuk dari pinggir ke tengah. Setelah penuh dengan serat, bagian tengah akan menggelembung sedikit. Segera tusuk menggunakan lidi sambil disiram minyak supaya matang. Ketika masih basah kue akan lengket di wajan, siram terus sampai kue matang dan agak kering. Setelah matang kue akan terlepas dari wajan.
4. Setelah kue diangkat, tunggu minyak supaya panas kembali dan suhunya stabil. Selain itu aduk adonan sesaat sebelum dituang agar tidak mengendap.
Apa kabar ? Agak lama saya nggak ngeblog ya. Kena blogging blue nih. Ketularan mb Mimie kayaknya, hihi.....
Tiap hari masuk dapur tapi males motret sama ngeblog. Tapi biarpun lagi kena blue-bluean, saya tetap lihat daftar resep yang mau dieksekusi. Malah jadi puyeng saking banyaknya list yang tertunda karena kena virus males. Setelah menimbang resep yang sekiranya mudah dan nggak ribet saya pilih bikin kue cucur. Ini akibat buka koleksi tabloid yang numpuk. Kepincut sama seratnya itu loh. Dulu jaman SD pernah bikin kue cucur ini. Yang suka kue cucur almarhum ibu. Di Solo saya belum pernah makan kue cucur hasil dibeli, karena nggak ada yang jual. Jadi resepnya nyontek, entah dari majalah atau tabloid saya udah lupa. Trus gimana hasilnya ? Jujur aja saya lupa, hihi...Tau deh waktu itu berserat atau nggak, saya udah nggak ingat.
Ciri khas pada kue cucur ini adalah pada permukaan kue yang berserat dan pinggirnya yang keriting. Ketika dibelah/disobek akan nampak rongga-rongga kue. Pembentukan rongga ini nggak pake bahan pengembang sama sekali lho. Terbentuk secara alami gitu. Kunci supaya kue berserat adalah penuangan air gula hangat kuku (cenderung panas sedikit) ke dalam tepung kemudian diuleni. Setelah diuleni adonan ditepuk-tepuk menggunakan telapak tangan sampai ringan. Pegel dong ! Iya. Tapi saya pake mixer aja biar nggak capek. Selain itu adonan harus didiamkan semalam. Mungkin ini adalah proses fermentasi secara alami supaya serat bisa terbentuk banyak ketika digoreng. Ribet ya kayaknya ? Enggak tuh wong gampang kok. Bahannya juga sederhana. Pasti ada tuh bahannya di lemari dapur. Ayo buruan siapkan bahan dan bikin cucurnya....
Bahan :
375 ml air
100 gr gula merah, sisir tipis
50 gr gula pasir
2 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
25 gr tepung terigu (saya pake protein sedang)
1/4 sdt garam
Cara membuat :
1. Rebus air, gula merah, gula pasir dan daun pandan sampai mendidih dan gula larut. Saring dan biarkan hangat/suam kuku.
2. Dalam wadah besar campur tepung beras, terigu dan garam aduk rata. Tuangi �250 ml air gula hangat sambil diuleni menggunakan tangan. Adonan akan menggumpal, uleni terus selama 10 menit. Masukkan sisa air gula sambil diuleni lagi sampai rata (bentuk adonan sedikit encer). Tepuk-tepuk menggunakan telapak tangan selama 15 menit (saya pake mixer speed rendah selama 15 menit).
3. Tutup adonan kemudian diamkan selama semalam.
4. Panaskan wajan cekung kecil, isi dengan 5 sdm minyak goreng. Aduk-aduk adonan sampai kedasar wadah supaya tepung yang mengendap bisa tercampur rata. Setelah panas tuangkan adonan sebanyak 1 sendok sayur. Biarkan serat terbentuk di permukaan kue. Setelah serat terbentuk dan bagian tengah menggelembung, tusuk menggunakan lidi sambil disiram-siram minyak supaya matangnya rata. Goreng sampai matang. Angkat dan tiriskan. Lakukan terus sampai adonan habis.
Note :
1. Tuangi tepung dengan air gula hangat kuku (sedikit panas) sampai menggumpal kemudian diuleni. Setelah air gula dituang semua jangan lupa adonan ditepuk-tepuk/dimixer. Ini bertujuan memasukkan udara ke dalam adonan supaya bisa berserat banyak. Setelah itu diamkan semalam
2. Ketika menggoreng gunakan api agak kecil dan pastikan minyak sudah panas. Minyak yang digunakan tidak perlu banyak. Asal kue terendam sedikit sudah cukup.
3. Setelah dituang ke atas wajan, perhatikan, serat akan terbentuk dari pinggir ke tengah. Setelah penuh dengan serat, bagian tengah akan menggelembung sedikit. Segera tusuk menggunakan lidi sambil disiram minyak supaya matang. Ketika masih basah kue akan lengket di wajan, siram terus sampai kue matang dan agak kering. Setelah matang kue akan terlepas dari wajan.
4. Setelah kue diangkat, tunggu minyak supaya panas kembali dan suhunya stabil. Selain itu aduk adonan sesaat sebelum dituang agar tidak mengendap.


0 Response to "Cucur Klasik"
Posting Komentar